Pertemuan Musik Surabaya berdiri sejak 1957. Setiap bulannya menyelenggarakan acara yang cerdas dalam suasana yang santai dan bersahabat. Terbuka untuk siapa saja yang bersedia menyumbang Rp.35.000,- (umum) atau Rp.25.000 (pelajar/mahasiswa) untuk biaya fotokopi. Email : pertemuanmusiksurabaya@gmail.com. Info acara : Wisma Musik Melodia (031-5025309), Siska (08175174696) atau Gema (08179319262)
Tuesday, September 13, 2011
Monday, January 10, 2011
PMS XLII - Senin, 9 Agustus 2010 pukul 9:45


Vladimir HOROWITZ
Audio:
Chopin – BALLADE no.1 Op.23, G minor
Schumann: TRĂUMEREI (dari Kindrszenen op.15)
Horowitz BEBERAPA VARIASI atas “Carmen”- Bizet
Video:
Mozart KONSERTO PIANO DAN ORKES no.23 KV.448, A mayor.
Bersama Orkes La Scala, di Milan (Itali) pimpinan:
Carlo Maria Giulini
Kita semua tahu Träumerei-Schumann, dan banyak yang bisa memainkannya, karena lagunya “e n a k’ dan cukup gampang.
Maka kita akan mendengarkan permainan pianis Horowitz, bagaimana yang “g a m p a n g” itu berubah menjadi lebih menarik lagi. Karena Horowitz tidak hanya sekadar memainkan not-notnya yang di partitur saja, yang sulit justru bagaimana memahami yang tersembunyi di balik not-not itu, sekalipun temponya lambat.
Banyak yang mengira tempo lambat itu mudah dimainkan, karena itu sering kita “s i l a u” oleh anak-anak kecil yang sudah bisa main cepat tanpa salah. Selalu ada yang perlu ditanyakan: ‘musiknya mana?’
Ballade-Chopin, juga menarik kalau kita punya kesempatan untuk bisa membandingkan bagaimana para pianis menafsirkannya dengan berbagai cara. Chopin sendiri pernah mengatakan bahwa dia tidak akan memainkan suatu karya dengan cara yang selalu sama.
Ada perbedaan antara permainan yang hidup dan hasil rekamannya.
Ini sama saja dengan masalah seseorang dan fotonya.
Horowitz (1903-1989=86 th) sebenarnya ingin jadi komponis, Variasi-variasi yang dibuatnya atas salah satu tema opera CARMEN-Bizet, membuktikan kemampuan yang dicita-citakannya.
Sebaliknya, dalam memainkan Konserto-Piano Mozart, dia tidak membuat ‘kadensa’ sendiri, melainkan memainkan kadensa yang dibuat oleh Busoni. Pada zaman Haydn dan Mozart, pemain itu tidak hanya bisa main tapi juga ditantang untuk membuat kadensa sendiri. Kemudian Beethoven menetapkan: pemain hanya main saja jangan coba-coba bikin sesuatu yang diluar kemampuannya !
Video yang kita lihat nanti, memperlihatkan Horowitz dan orkes sedang dalam proses membuat rekaman. Perhatikan Horowitz main dengan bantuan partitur. Apa artinya ini ?
Slamet A.Sjukur