Thursday, November 20, 2014

PMS agenda Desember 2014


PERTEMUAN MUSIK SURABAYA
AGENDA DESEMBER 2014

​ 
 7 – 8 Desember 2014

DUO MERPATI
Monique Copper (Piano) dan
Sinta Wullur (Vokal dan Komponis)


Minggu, 7 Desember 2014
13.00 – 18.00 wib
- Masterclass oleh Monique Copper
- Lecture Komposisi oleh Sinta Wullur
- Workshop Indian singing style oleh Sinta Wullur
- Lecture a New Technique of Piano oleh Monique Copper
Tempat : Wisma Jerman
Jl Taman AIS Nasution no 15 Surabaya
Peserta Terbatas*

Senin, 8 Desember 2014
18.30 wib
KONSER DUO MERPATI
Oleh Monique Copper (piano) dan Sinta Wullur (vocal)
Tempat : Wisma Musik Melodia
Jl Ngagel Jaya no 12-14 Surabaya



‘Duo Merpati terdiri dari Monique Copper, pianis asal Belanda dan Sinta Wullur, komponis dan penyanyi kelahiran Indonesia yang tinggal di Belanda. Mereka akan menampilkan sejumlah komposisi untuk vocal dan piano dan juga komposisi piano solo karya SInta Wullur. Karakteristik dari komposisi yang dimainkan sangat terpengaruh pada gaya musik tradisi baik dari barat maupun timur, juga musik kontemporer klasik, yang berisi pola gamelan dan bagian vocal dengan menggunakan idiom Indian dan musik tradisional jawa. Selain konser, Sinta Wullur akan memberikan lecture komposisi dan workshop Indian Sing Style, sedangkan Monique Copper akan memberikan masterclass dan Lecture a New Technique of piano (contemporary technique, improvisasi, dll).


*informasi dan pendaftaran Lecture, Workshop dan Masterclas bisa menghubungi contact person dibawah ini, sehubungan tempat dan peserta yang terbatas, mohon untuk segera mendaftarkan diri.

Informasi dan pendaftaran
Siska (08175174696)
Melodia (031)-5035309 – 5020680

Email : pertemuanmusiksurabaya@gmail.com, twitter : @PMS_Sby, facebook : Pertemuan Musik Surabaya atau www.pertemuanmusiksurabaya.blogspot.com


 


--

Wednesday, June 4, 2014

JADWAL RANGKAIAN ACARA SLUMAN SLUMUN SLAMET : 79thn SLAMET ABDUL SJUKUR





Tanggal WAKTU ACARA TEMPAT
15-Jun-14 16.00 - 18.00 Donasi Sore Sluman Slumun SlametRuang Serbaguna Wisma Jerman
- Pementasan dan diskusi  Jl AIS Nasution no 15 Sby
  komposisi "Gelandangan"
- Ramah tamah
16-Jun-14 18.30 - 21.00 KUKIKO (Kursus Kilat Komposisi) Ruang Serbaguna Wisma Jerman
bersama Slamet Abdul Sjukur
HTM : 50rb / peserta (sertifikat) Jl AIS Nasution no 15 Sby
20-Jun-14 09.00 - 17.00 Ceramah Musik oleh Suka Hardjana  Perpustakaan Bank Indonesia
FREE (tanpa sertifikat)
HTM : 50rb / peserta (sertifikat) Jl Taman Mayangkara 6 Sby
21-Jun-14 13.00 - 15.00 Sarasehan Musik  Sekolah Tinggi Kesenian
1.  Iwan Gunawan (komponis)  Wilwatikta (STKW)
2. Gatot Sulistyanto (komponis) Jl Klampis Anom II
3. Hanafi (pelukis) Wisma Mukti Surabaya
4. Nathalini Widhiasi (pelukis)
19.00 - 21.00 Pergelaran Karya Slamet Abdul Sjukur 




Informasi dan pendaftaran acara :

Arina Habaidillah : 081703141373
Jeanne Christine : 08155197223












































































































































Tuesday, June 3, 2014

SLUMAN SLUMUN SLAMET : 79thn Slamet Abdul Sjukur

Agenda Pertemuan Musik Surabaya kali ini sangat spesial, karena kita berkesempatan untuk bisa menjadi penyelenggara dan saksi sebuah perayaan 79 thn tokoh musik Indonesia yang sekaligus pendiri PMS, Slamet Abdul Sjukur. Acara bertajuk "Sluman Slumun Slamet : 79thn Slamet Abdul Sjukur" ini akan diselenggarakan pada 20 dan 21 Juni 2014 di Surabaya. 


Tahun ini SAS akan berusia 79 tahun. Dalam usianya yang senja, keaktifannya dalam berkarya dan memprovokasi belum berhenti. Acara ini adalah salah satu upaya untuk merayakan kehidupan SAS sebagai seniman musik dengan menggelar diskusi dan konser yang akan memainkan karya-karyanya sebagai salah satu bentuk penghargaan terhadap tokoh dan inspirator para seniman dan musisi di Indonesia. 

Sluman Slumun Slamet, seakan seperti mengendap, tanpa tau arah, layaknya siluman, namun selalu slamet dalam setiap perjuangannya. Semangat gerilya, semangat berjuang layaknya satria melawan para raksasa, itu spirit utama yang sangat lekat dengan sosok Slamet Abdul Sjukur. Pertemuan Musik Surabaya adalah salah satu hasil dari proses sluman slumun slamet yang didirikannya 57 tahun lalu, gerilya musik para pecinta musik Surabaya di tengah-tengah era industri dan hingar binger dunia kesenian di permukaan. Spirit itulah yang kami usung di dalam acara perayaan 79 tahun Slamet Abdul Sjukur, bukan sekadar sebuah perayaan ulang tahun, namun lebih dalam lagi pada sosok dan pemikiran beliau yang sangat inspiratif terutama bagi seniman muda.  

Konser ini penting diadakan untuk memberi kabar bahwa komponis Indonesia yang masih berkarya dengan konsisten itu masih ada. Selain ajang apresiasi kepada komitmen SAS pada jalur keseniannya, konser ini juga bermaksud menjadi cara untuk menggairahkan komponis Indonesia terutama dari generasi muda untuk berkiprah.  

Thursday, April 3, 2014

PERTEMUAN MUSIK SURABAYA APRIL 2014

Pertemuan Musik Surabaya bulan April 2014 akan menghadirkan "JAZZ MUDA SURABAYA GENIT", menampilkan komposisi baru dari jazzer muda Surabaya, yaitu Wilman (gitar), Kevin (kontrabas), Elio (piano) dan Kelvin (drum)sekaligus akan membahas analisanya bersama Slamet Abdul Sjukur. Di tengah persaingan musik industri di tanah air, masih ada generasi muda kisaran umur 18-21 tahun yang menghasilkan karya komposisi baru jazz sebagai bentuk kontribusi mereka untuk musik Jazz Surabaya-Indonesia. Acara ini akan diselenggarakan pada Senin, 7 April 2014, pukul 18.30 tepat di Melodia Music Hall, Jalan Ngagel Jaya 12-14 Surabaya. 


Pertemuan Musik Surabaya adalah paguyuban nirlaba yang lahir sejak tahun 1957. Setiap bulannya menyelengarakan acara yang cerdas, dalam suasana yang santai dan bersahabat. Acara ini terbuka bagi siapapun yang bersedia menyumbang 35ribu (umum) atau 25ribu (pelajar/mhs). Informasi pendaftaran bisa menghubungi Gema (08179319262) dan Melodia (031)-5035309 - 5020680. 

Monday, February 10, 2014

Pertemuan Musik Surabaya Februari 2014

Pianis Surabaya, Handy Soeroyo, konser, paparan dan analisa tentang Beethoven, Chopin dan Debussy

Beethoven, ya sonata. Chopin, tentu polonaise.  Debussy katanya ada gamelannya. Sudah itu ?  Seorang yang menekuni polyteknik di Ubaya akan membicarakannya lebih lanjut di Pertemuan Musik Surabaya hari Senin pagi 17 Februari ini.
 
Seorang polyteknik bicara tentang musik ? Aneh rasanya bagi kita di Indonesia. Tapi di Jerman ada seorang komponis hebat, Thomas Lauk, yang juga dokter bedah mata. Di Prancis ada Xenakis (almarhum) salah seorang komponis penting abad-20 yang juga seorang arsitek kondang dan pakar matematika.

Beethoven (1770-1827)yang musiknya kita kenal dahsyat, ekspresif dan galak, ternya bukan seorang radikal yang suka menjungkir-balikkan peraturan demi sesuatu yang baru atau sekadar supaya berbeda dari komponis-komponis lain. Hasratnya untuk menemukan sesuatu yang tidak terbantah kebenarannya terlihat dari catatan-catatan persiapannya mengerjakan karyanya. Simfoninya yang ke-9 (dengan paduan suara !) ditekuninya selama 6 tahun, Missa Solemnis selama 4 tahun. Nyaris setiap nada dalam karya-karyanya diganti rata-rata sampai 21 kali untuk menemukannya yang tepat ! Mentalitas yang bertolak belakang dengan budaya fast-food,  pembual  dan  koruptor.

Tentang Chopin (1810-1849), siapa yang tidak kagum pada caranya mengolah melodi,  harmoni bahkan ritme dengan kecerdasan emosional yang luar biasa, sampai banyak buku-buku musik yang melupakan John Field (komponis Irlandia 1782-1837) yang ke 20 nocturnenya menjadi model seluruh nocturne Chopin ! Legatissimo dan singing-tone permainan piano Field juga menjadi ilham Chopin, bagi dirinya sendiri maupun yang diajarkan pada murid-muridnya.

Sebagai guru, Chopin mangajarkan banyak hal penting, misalnya tentang hubungan antara anatomI tangan dan perbedaan jarak bilah-bilah hitam/putih di piano, Yang hitam (c#,d#,f#,g#,a#) yang lebih jauh dari yang putih harus dijangkau dengan jari yang panjang, Akibatnya tangga-nada C# mayor dan F# mayor diajarkan lebih dulu karena paling sesuai dengan bentuk tangan dan karenanya jauh lebih mudah dari C mayor. Chopin sangat otoriter dalam mengajar murid-muridnya untuk konsentrasi pada pendengaran tidak cuma latihan jari. Jadi kualitas bunyi dan logika musik diajarka Chopin sejak awal. Bukan cuma ‘main’ piano.

Debussy, masalahnya lain. Dia melawan Wagner sebagai puncak musik romantik yang menguasai Eropa pada waktu itu. Musik semakin terasa sesak dengan sedu-sedan. Tidak ada jalan lain, semua menuju ke kadens final, menuju kematian. Gamelan yang ditontonnya di Paris tahun 1889, membuka pandangan lain. Bahwa ‘waktu’ bukan linier (ada awal ada akhir) melainkan sirkuler (berputar seperti lingkaran yang tidak ada ujungnya).
Handy Suroyo mahasiswa polyteknik Ubaya akan memainkan “Sonata op.31 no.3”, “Barcarolle op.60”, “Ondine” {peri hidup di air} dan “Feux d’Artiice” (kembang-api). Terbuka untuk umum, dengan memberikan iuran umum 35.000 dan Pelajar / mahasiswa 20.000. 

Slamet A.Sjukur.